Minggu, 14 Oktober 2012

KENALI PINTU MASUK SETAN KE DALAM HATI MANUSIA



Ketahuilah bahwa hati ibarat benteng dan setan adalah musuh yang ingin memasuki dan menguasainya. Manusia tidak dapat melindungi benteng dari serangan musuh kecuali dengan menjaga benteng, pintu-pintu masuk dan celah-celahnya. Dan orang yang tidak mengetahui pintu-pintunya, tidak mungkin dapat menjaganya.
MELINDUNGI HATI DARI BISIKAN SETAN ADALAH WAJIB, BAHKAN FARDLU AIN BAGI SETIAP HAMBA YANG MUKALLAF (DEWASA).
Berikut ini akan disampaikan pintu-pintu besar yang menjadi jalan utama masuknya setan dan bala tentaranya, diataranya:

1.       Marah dan Syahwat
Marah merupakan bencana yang menimpa akal. Jika tentara akal lemah maka tentara setan akan menyerang. Apabila manusia marah, maka setan akan mempermainkannya seperti halnya anak kecil yang mempermainkan bola.
2.       Dengki dan Tamak
Jika seorang hamba tamak terhadap segala sesuatu, maka ketamakan itu akan membuatnya buta dan tuli. Karena Rasulullah bersabda:
حُـبُّكَ لِشَئٍ يُعْمَى وَيُصَمُّ
"cintamu kepada sesuatu membuat(mu) buta dan tuli"

Cahaya penglihatan hati (bashiroh)lah yang mengetahui pintu-pintu masuk setan. Jika ia tertutup oleh ketamakan dan kedengkian, maka ia tidak lagi melihat. Saat itulah setan mendapat kesempatan, lalu ia menghiasi segala hal yang dapat mengantarkan si tamak kepada ambisinya, walaupun berbagai hal itu adalah kekejian dan kemungkaran. 
3.       Kenyang dengan Makanan
Kenyang dengan makanan termasuk pintunya yang besar, meskipun makanan itu murni halal. Karena kenyang bisa menguatkan berbagai syahwat yang merupakan senjata setan.
Dikatakan bahwa terdapat enam sifat tercela yang terjadi akibat banyak makan:
    •  Pertama, menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hatinya.
    • Kedua, menghilangkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk dari dalam hatinya karena ia mengira bahwa mereka semua kenyang.
    • Ketiga, menjadikannya malas melakukan ketaatan.
    • Keempat, ia menjadi tidak tanggap apabila mendengar perkataan hikmah.
    • Kelima, apabila menyampaikan nasihat dan hikmah, maka penyampaiannya itu tidak menyentuh hati banyak orang.
    • Keenam,  menimbulkan banyak penyakit. 

4.       Suka Berhias dengan Pakaian, Perabotan dan Rumah
Apabila melihat hal tersebut telah menguasai hati manusia, setan akan bertelur dan menetaskan anak di dalam hati orang tersebut. Setan senantiasa membujuknya untuk membangun rumah, menghiasi atap dan dindingnya, dan memperluas bangunannya. Selain itu, setan juga membujuknya untuk berhias dengan pakaian dan kendaraan. Setan memanfaatkan usia panjang manusia sebagai alat untuk menjerumuskannya. Apabila manusia telah terjerumus dalam hal itu, maka setan tidak perlu kembali membujuknya lagi karena sebagian hal-hal itu akan menyeretnya kepada sebagian yang lain dan terus-menerus begitu hingga ajalnya datang menjemputnya. Oleh karena itu matilah ia di jalan setan dalam keadaan mengikuti hawa nafsu dan dikhawatirkan mendapat kesudahan yang buruk karena kekafirannya. نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ ذٰلِكْ  (Kita berlindung kepada Allah dari hal itu).

5.       Tergesa-gesa dan tidak Berhati-hati dalam berbagai Perkara

Rasulullah SAW. Bersabda:

اَلْعَجَلَةُ مِنَ الشّـَيْطَانِ وَالتّـَأَنِّى مِنَ اللهِ
"Tergesa-gesa adalah dari setan dan berhati-hati adalah dari Allah SWT"
Allah SWT berfirmant:
خُلِقَالاِنْسٰنُ مِنْ عَجَلٍ ج سَأُوْرِيْكُمْ اٰيٰتِى فَلاَ تَسْتَعْجِلُوْنَ
37. manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. kelak akan aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.
Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
فَتَعٰلَى اللهُ المَلِكُ الحَقُّ قلى وَلاَ تَعْجَلْ بِالقُرْأٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُقْضٰى إِلَيْكَ وَحْيُهُ صلى
 وَقُلْ رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا
114. Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
-------------------------------------
[946] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.
----------------------------------------------------------------------------
   Hal itu karena berbagai amal perbuatan seharusnya dilaksanakan setelah dipahami dan dimengerti. Proses pemahaman memerlukan waktu dan perenungan. Sedangkan tergesa-gesaan mencegah hal itu. Pada saat tergesa-gesa itulah, setan memasukkan kejahatannya kedalam hati manusia tanpa disadarinya
6.       Dirham, dinar dan Berbagai Harta Kekayaan
7.       Bakhil (pelit) dan Takut Miskin

      Sifat bakhil dan takut miskinlah yang mencegah seseorang untuk berinfak dan bersedekah,lalu mengajaknya untuk selalu menumpuk dan menyimpan harta. Siksa yang amat pedihlah yang dijanjikan Allah SWT. Bagi orang-orang yang suka menumpuk harta.
   Sufyan berkata: "setan tidak memiliki senjata seampuh sifat takut miskin yang dibisikkan kepada manusia. Apabila manusia telah terperangkap dalam sifat ini maka ia mulai berbuat kebatilan (tidak benar), mencegah kebenaran, berbicara semaunya dan berprasangka buruk kepada Tuhannya.
8.       Fanatik terhadap Mazhab dan Hawa Nafsu
9.       Mengajak Orang Awam untuk Memikirkan Zat dan Sifat-sifat Allah
10.   Berprasangka Buruk terhadap Kaum Muslimin

CARA MENGENAL DIRI SENDIRI


Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبّـَهُ (الحديث)


"Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri maka dia mengenal TuhanNya"

Pesan Sahabat sekaligus Mertua Rasulullah SAW, yaitu Sayyiduna Abu Bakar As-Shidiq mengatakan: "Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa ada disebelah kananmu, nafsu berada disebalah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada disekitar tubuhmu,. Sedangkan الله  berada di atasmu. Sementara :
-          iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama,-
-          jiwa mengajakmu ke arah maksiat,-
-          nafsu mengajakmu memenuhi syahwat,-
-          dunia mengajakmu supaya memilihnya daripada akhirat,-
-          anggota tubuh mengajakmu melakukan dosa,-
-          dan الله  mengajakmu masuk surga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang artinya: "...dan Allah mengajak ke surga serta menuju ampunan-Nya...".
dan barangsiapa yang memenuhi:
-          Ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya,-
-          Ajakan Jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya (ruhnya),-
-          Ajakan nafsunya, maka hilanglah Akal (fungsi sebenarnya) dari dirinya,-
-          Ajakan dunia, maka hilanng akhirat dari dirinya,-
-          Ajakan anggota tubuhnya, maka hilang surga dari dirinya,-
Dan SIAPA yang memenuhi AJAKAN  اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىٰ   maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperoleh semua kebaikan.

iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh karena itu, manusia hendaklah senantiasa waspada sebab iblis senantiasa melihat tepat pada sasarannya.

Senin, 08 Oktober 2012

GENERASI EXCELLENT


DEKATKAN HATI, PIKIRAN DAN TINDAKANMU KEPADA اللهُ
Seseunguhnya, antara hamba dan Tuhannya, terdapat suatu tali yang tidak pernah terputus, sementara tali yang menghubungkan antara sesama manusia sering putus.
Suatu ketika, ada beberapa sahabat yang mengadakan perjalana bersama Rasulullah SAW. Dalam perjalan itu, para sahabat bertanya kepada rasulullah, "wahai rasul, apakah tuhan kita dekat sehingga cukup berbisik dengan-Nya, ataukah Tuhan ?"
Karena itu, Allah SWT. Menurunkan firman-Nya.
 وَاِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ صلى أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ صلى فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِىْ وَلْيُؤْمِنُوْابِى لَعَلَّكُمْ يَرْشُدُوْنَ (البقرة: 186)
"dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwaa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoá, apabila ia berdoá kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran" (al-Baqarah; 186)
Seorang hamba hendaklah selalu mengangkat kedua tangannya kepada Allah SWT. Sehingga dia mendengar dan mengabulkan doanya.

Hubungan antara hamba dengan Allah dapat melalui berbagai macam ibadah, diantaranya yang paling agung adalah SHOLAT. Sholat disebut juga dengan shola  (hubungan), karena dapat menghubungkan hamba dan Tuhannya. Seorang hamba yang soleh berkata. "Selamat atasmu, wahai anak Adam. Siramkanlah air dingin untuk berwudlu dan masuklah ke rumah Allah SWT (masjid)". Di rumah inilah para penguasa dan rakyat berkumpul. Bergitu pula pedagang dan orang miskin. Mereka berkumpul untuk mendengar pembicaraan seorang IMAM yang menyerukan kewajiban syariat kepada Allah SWT.

Diantara bentuk hubungan hamba dengan Allah adalah DO'A. Inilah yang sudah hilang dari kita. Kita harus selalu mengangkat tangan untuk berdo'a kepada Allah SWT. Yang Maha Esa. Sesungguhnya, Allah SWT. Senang terhadap hamba-Nya yang sering meminta kepada-Nya dan murka jika tidak dipinta.
Berbeda dengan manusia, jika diminta ia akan marah. Seseorang jika sering dimintai sesuatu, maka is semakinn marah. Sedangkan Allah, semakin kita sering meminta kepada-Nya, semakin Dia cinta pada kita.

Hendaklah para pemuda memperbanyak meminta kepada Allah SWT. Barang siapa memperbanyak do'a niscaya Allah SWT. Tidak menyia-nyiakannya. Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf: 55)
اُدْعُوْا رَبَّكُم تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ج إِنَّهُ لاَيُحِبُّ المُعْتَدِيْنَ
------------------------------
55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].

[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, bersabda:
لَنْ يُهْلِكَ مَعَ الدُّعَاءِ أَحَدٌ (رواه إبن حبان)
"seseorang tidak akan binasa hanya karena berdo'a"


Demikian pula dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi,
اَفْضَلُ العِـبَادَةِ إِنْتِظَارُ الفَرَجِ
"sebaik-baik ibadah adalah bersabar menunggu kelapangan"


Maka, wahai pemuda, wajib bagi kita memperbanyak dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Bentuk lain dari hubungan hamba dengan Allah SWT. Adalah berdzikir, bertasbih dan bertahmid kepada-Nya. Serta membiasakan diri untuk membaca Al-Qur'an.
(semoga Allah SWT. Menjadikan kita semua menjadi Hamba-hambaNya yang selalu ingat kepada Allah SWT. Amin)



Sabtu, 06 Oktober 2012

PERSIAPAN YANG HARUS DIFAHAMI

Mari Kita Bersama-sama mengkaji dan memahami Hidup Ini berdasarkan Petunjuk Al-Qu'ran, tentang;
  1. Tugas Manusia diciptakan di dunia ini adalah sebagai Kholifah (pemimpin), yang tentunya harus bisa meminpin  dirinya sendiri, kemudian keluarga dan orang lain. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah dengan belajar Jujur pada diri sendiri apapun itu bentuknya, (fisik kita, kemampuan kita, bakat kita, kelemahan kita) agar kita menjadi manusia yang Pandai Berinstropeksi Diri. (QS. alBaqorah;30)
  2. Kisah Nabi Adam as.   harus menjadi satu tauladan sempurna bagi manusia, Kita semua keturunan Nabi Adam, berasal dari Surga tentunya harus kembali Ke Surga,..dan ternyata satu kesalahan dapat mengeluarkan diri Nabi Adam dan Ibu hawa ( حَوَأْ ), bagaimana dengan kita???? yang tiap hari berlumurkan khilaf dan dosa tetapi merasa surga berada didepan mata, berapa kali kita baca istighfar,??? padahal, Rasulullah Muhammad SAW. yang tidak pernah berbuat dosa menyatakan diri bahwa beliau selalu membaca istighfar 70 kali minimal. mari kita bertafakkur dan tadabbur (merenung dan berfikir sejenak)
  3. Allah menerangkan tentang Proses kejadian Manusia dalam QS. al-Mukminun; 12-14 sungguh merupakan kejadian yang luar biasa, proses sempurna kurang lebih 6 bulan 20 hari.  dimulai dari saripati tanah kemudian berproses menjadi, nuthfat, kemudian alaqah, kemudian mudhghah, kemudian 'Idhoman dan kemudian dibungkus dengan Lahman sampai akhirnya menjadi Kholqon Akhor. Allah maha Pencipta menjadikan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. semua tata letak dan nama yang ada dalam tubuh manusia mempunyai rahasinya tersendiri agar kita mau mencari dan berfikir untuk apa sebenarnya manusia diciptakan. (QS. ad-Dzariya; 56) yaitu tidak lain hanya untuk BERIBADAH kepada ALLAH SWT.
  4. Kalau kita melakukann ibadah kepada Allah sebagai suatu kewajiban seseoranng yang beragama Islam (Muslim dan Muslimah). marilah mulai sekarang kita tingkatkan keimanan kita untuk menuju seorang Mukmin yang dijanjikan memperoleh SURGA FIRDAUS.  dengan melaksanakan petunjuk Allah SWT dalam QS. al-Mukminun; 1-11 yaitu dengan :
    • Melaksanakan Sholat dengan khusyu'dengan memenuhi syarat rukunnya SHOLAT
    • Menunaikan Zakat
    • Menjaga Perkataan dan Perbuatan yang sia-sia (tidak bermanfaat ) menurut SYARIAT AGAMA 
    • Menjaga Kemaluan jangan sampai melakukan perbuatan yang keji dan hina, yaitu; Berzina, Homoseks, Lesbi, Onani, Masturbasi dsb.
    • Menunaikan Amanat dan Menepati Janji jika berjanji yang menurut aturan Syariat diperbolehkan
    • Menjaga Sholat 5 Waktu (semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk melaksanakannya, Amin ya Rabbal Álamiin)
  5. Dan Sesungguhnya Ibu-ibu kita melahirkan anak-anaknya ke dunia yang fana ini, tidak lain karena kehendak dan pertolongan Allah SWT.  (lihat QS. An-Nahl 78) dan setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaaan tidak berdaya dan tidak mengetahui apa-apa, kemudian dia mulai belajar dengan difungsikannya Pendengaran dan Penglihatan Oleh Allah. Maka disunnahkan bagi orang tua untuk mengadzani ditelinga kanan bayi dan mengiqomahi ditelingan kiri bayi yang baru lahir, demikian juga Hati Nurani si Bayi juga difungsikan, maka seyogyanya seorang ibu dan bapak untuk memandang, membelai dan berucap kepada anak didasari rasa kasih sayang. Maka Bersyukurlah kita kepada Allah SWT. karena diberi kesempatan Lahir di DUNIA dan berterima kasihlah kepada kedua Orang Tua Kita yang telah  melahirkan dan memelihara serta mendidikan kita, dengan mendoákan keduanya agar dianugerahi Rahmat, dan Maghfiroh Allah SWT serta Panjang Umur, Sehat sserta taat dan patuh kepada keduanya. 

Jumat, 05 Oktober 2012

DOÁ BAGI IBU YANG SEDANG HAMIL


Tata Cara menbaca do'a untuk orang yang sedang hamil :

  1. Bersihkan hati dan pikiran dari segala pikiran, perasaan yang jelek dan kotor…kalau masih punya pikiran yang terlintas mohon perlindungan Allah dengan membaca  اعـوذ بالله من الشيطان الرجيم
  2. Baca QS. Al-Fatihah 3x ; ditujukan kepada:  
    1. Nabi Muhammad SAW.    
    2. Syekh Abdul Qodir Jailani      
    3. Para Leluhur kita
  3. Dibaca bebas waktu, minimal 1 kali sehari
  4. Lebih utamanya dibaca mulai kehamilan usia 3 bulan hingga menjelang melahirkan
  5. Perbanyak Istigfar, sholawat dan Baca Al-Qur'an dan amalan-amalan mulia serta menjaga dari perbuatan menghina, mencela, membenci orang sekalipun dalam hati.
  6. Semoga Allah Memberikan Ma'unah dan HidayahNya. Amin.
  7. Bagi para Pembaca jika menemukan tulisan yang salah harap dikoreksi dan mohon kirim ke email kami: pai.ok.pai@gmail.com atau silahkan di comment di situs ini.

الدُّعَاءُ لِلْحَامِلْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ .
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَالآفَاتِ وَتَقْضِىْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّـيِّئٰاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّـغُنَا بِهَا أَقْصَى الغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الخَيْرَاتِ فِىْ الحَيَاتِ وَبَعْدَ المَمَاتِ إِنَّكَ عَلَىْ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. اَللّٰـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ. اَللّٰـهُمَّ اجْعَلْ حَمْلِيْ هَذَا... كَخُلَفَـاءِ الرَّاشِدِيْنَ فِى صِدْقِهِمْ وَإِمَانِهِمْ وَفَضْلِهِمْ وَكَرَامَتِهِمْ وَعَدَالَتِهِمْ وَفِكْرِهِمْ وَسِيَاسَتِهِمْ وَخُلُقِهِمْ وَحِلْمِهِمْ وَقُوَّةِ حِفْظِهِمْ وَحُكَائِهِمْ وَفَصَاحَتِهِمْ وَعِلْمِهِمْ وَشُجَاعِهِمْ وَتَوَكُّلِهِمْ وَتَقْوَاهُمْ وَمَحَبَّـتِهِمْ إِلَيْكَ يَا اَللهُ. وَلِرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ. وَأَنْ تَجْعَلَهُ وَلَدًا صَالِحًا عَالِمًا عَلاَّمَةً وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ. رَاسِخًا فِى فُنُوْنِ الْعِلْمِ النَّافِعَةِ. حَافِظًا لِلْكِتَابِ وَالسُّـنَّةِ وَعُلُوْمِ النَّافِعَةِ دِيْنِـيًّا وَعُمُـوْمِيًّا. وَأَنْ تَجْعَلَهُ عَبْدًا شَكُوْرًا صَبُوْرًا حَلِيْمًا لَيِّنَ الجَانِبِ ذَاخُلُقٍ عَظِيْمٍ. وَذُكَاءٍ وَعَقْلٍ كَرِيْمٍ. وَلِسَانٍ فَصِيْحٍ. وَبَدَنٍ صَحِيْحٍ قَـوِّيٍّ .وَقَلْبٍ رَحِيْمٍ. وَأَنْ تَجْعَلَهُ جَمِيْـلَ الصُّـوْرَةِ وَأَحْسَنَ التَّقْوِيْمِ. وَكَامِلَ الاَعْضَاءِ. وَحُسْنَ الصَّـوْتِ. وَيَسُرُّ لِلنَّاظِرِيْنَ. ساَلِمًا عَنِ الفِتْنَةِ وَالفِتَنِ. وَأَنْ تَجْعَلَهُ مُجَابَ الدَّعْوَةِ وَمَسْمُوْعَ الكَلِمَةِ. وَمُهَايًا وَمَحْبُوْبًا بَيْنَ النَّاسِ. وَأَنْ تَجْعَلَهُ مَحْفُوْظًا عَنِ المَعَاصِى وَالْمُنْكٰرَاتِ وَالفَاحِشَاتِ وَمِنْ أَخْلاَقِ السَّـيِّـئٰاتِ. ظَاهِرًا وَبَاطِنًا مِنْ طِفْلِهِ إِلَى آخِـرِ عُمْرِهِ. وَعَنْ تَجْعَلَهُ طَوِيْلَ العُمْـرِ مُحْسِـنًا لِوَالِدَيْهِ. وَأَنْ تَجْعَلَهُ أَدِيْبًا وَمُتَوَاضِعًا وَنَاصِحًا ِلأُمَّتـِهِ. وَدَاعِيًا، وَمُجَاهِدًا، شُجَـاعًا فِى إِقَامَةِ الحَقِّ، وَإِحْيَاءِ السُّنَّـةِ. اَللّٰهُمَّ أَنْ تَرْزُقَنِيْ اْلعَافِيَـةَ وَالصِّحَّةَ وَالسَّكِيْـنَةَ وَاْلقَنَاعَةَ وَطُوْلَ الْعُمْــرِوَالصَّبْـرَ وَالحِلْمَ وَالرِّضَا بِقَضَـائِكَ. يَا مَنْ هُوَ اللهِ الَّذِيْ لآَإِلَٰـهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ المَلِكُ القُـدُّوْسُ السَّـلاَمُ المُؤْمِـنُ المُهَـيْمِنُ العَــزِيْزُ الغَــفَّارُ القَـهَّارُ الرَّزَّاقُ الفَـتَّاحُ العَـالِمُ القَـابِضُ البَاسِـطُ الحَافِـظُ الرَّافِـعُ المُـعِزُّ المُـذِلُّ السَّمِيْـعُ البَصِـيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّـدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصحْـبِهِ وَسَلَّمَ. وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

ORANG YANG BERIMAN DAN KEBERUNTUNGANNYA


ORANG YANG BERIMAN DAN KEBERUNTUNGANNYA

بِسْمَ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قَدْ اَفْلَحَ المُؤْمِنُوْنَ .  اَلَّذِيْنَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خٰشِعُوْنَ.  وَلَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكوٰةِ فٰعِلُوْنَ
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ.  إِلاَّ عَلٰىۤ اَزْوٰجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ
فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَأُوْلٰـۤئِكَ هُمُ العَادُوْنَ.  وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رٰعُوْنَ
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ
اُوْلٰـۤئِكَ هُمُ الوٰرِثُوْنَ.  اَلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الفِرْدَوْسَ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ

1.       Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2.       (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3.       dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4.       dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5.       dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6.       kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7.       Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8.       dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9.       dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10.    mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11.    (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.
------------------------------------------------------------
[994] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[995] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------


Para Pembaca yang Dimuliakan Allah SWT.
Mari kita mulai kajian ini dengan Berdo'a kepada Allah SWT. Agar diberikan anugerah pemahaman yang lurus dan benar dari AllAh SWT. . Amin ya Rohman ya Rohiim.
IMAN dapat diartikan dengan KEYAKINAN atau  KEPERCAYAAN,
Para Ulama sepakat bahwa Unsur-unsur Ke-IMAN-an ada 3, yang tidak boleh terpisah atau dipisahkan;
1.       Keyakinan dalam Hati ( تَصْدِيْقٌ بِالقَلْبِ )
2.       Berikrar dengan lisan ( تَقْرِيْرٌ بِاللِّسَانِ )
3.       Dilakukan dengan perbuatan ( عَمَلٌ بِالاَرْكَانِ )
Maka seseorang yang mengatakan dirinya beriman, haru telah memenuhi tiga unsur di dalam dirinya. Agar keimanannya sempurna.
(penjelasan) Jika seseorang Beriman kepada اللهُ, maka didalam hatinya harus Yakin bahwa Tiada Tuhan yang Patut disembah dan dimintai Pertolongan kecuali اللهُ dan Sesungguhn Nabi Muhammad adalah Utusan الله
Lisannya mengucapkan Ikrar Syahadat yaitu;
( اَشْهَدُ اَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّ اللهْ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحُمَّدًا رَسُوْلُ اللهْ ) Hafal dan memahami tentang sifat-sifat Allah, yaitu sifat wajib Allah, Sifat Mustahil Allah maupun sifat Jaiz Allah. Serta hafal nama-nama Allah yang Mulia (asmaul husna).
Selalu melakukan segala perbuatan  yang diperintahkan oleh Allah yang menjadi Rukun KeIsmanannya yaitu; Sholat 5 waktu, Puasa Ramadhon, Zakat dan Melaksanakan Haji. dan menjauhi segala laranganNya yang menjadi sebab dimasukkan kedalam NerakaNya yang penuh dengan Siksa dan Kepedihan.
Agar keyakinan kita semakin Tebal dan Keimanan kita semakin meningkat, mari kita pelajari bersama Firman Allah SWT. Tentang siapakah sebenarnya orang yang Beriman dan apa saja Keuntungan yang pasti dapat diperoleh bagi orang yang beriman (MUKMIN).
Allah SWT. Menegaskan dalam FirmanNya QS. Al-Mukminun; 1-11 (sebagaimana tertulis diatas) bahwa yang dikatakan orang beriman adalah orang yang telah memenuhi kreteria sebagai berikut:

1.       Sholatnya Khusu' (penjelasan insyaAllah akan dikaji  dikesempatan lain)
2.       Menunaikan Zakat (baik zakat Mal maupun zakat fitrah)
3.       Meninggalkan segala Perkataan dan Perbuatan yang sia-sia
4.      Menjaga Kemaluannya dari perbuatan Keji dan Hina seperti; Zina, Homoseks, Lesbi, Onani, Masturbasi, Pelecehan Seksual
5.       Menunaikan Amanat dengan baik dan benar serta Menepati Janji jika telah berjanji
6.       Menjaga Sholat 5 Waktu.
(penjelasan lebih panjang insyaAllah akan dikaji  dikesempatan lain)
KEBERUNTUNGAN BAGI ORANG BERIMAN
Bagi orang yang telah masuk dalam katagori orang beriman menurut QS. Al-Mukminun;1-11, dia akan mendapat  jaminan Allah sebagai Pewaris SURGA FIRDAUS Akan ditempatkan kedalam surga firdaus untuk selama-lamanya. Semoga kita termasuk golongan tersebutt. Amin ya Rabbal A'lamin.

Rabu, 03 Oktober 2012

JANGAN JADI PEMARAH TANPA SEBAB



بسم الله الرحمن الرحيم
          
          Sesungguhnya kehidupan di DUNIA ini adalah merupakan ladang amal untuk bekal hidup di akhirat. Manusia di ciptakan Allah SWT. Tidak lain adalah untuk mengemban tugas sebagai kholifah (QS. Al-Baqarah;30). Kholifah itu dapat diartikan sebagai PEMIMPIN.
          Tentunya, pemimpin yang baik dimulai dari belajar dan mengendalian dirinya sendiri, belajar memimpin dirinya sendiri, belajar memenejemen aktifitas pribadi dalam keseharian…dan disadari atau tidak setiap manusia (bayi, anak-anak, dewasa ataupun tua) pasti mempunyai hasrat yang timbul dari dalam hatinya. Hasrat tersebut kadang mengajak kepada kebaikan dan sering juga menyeret kepada keinginan yang terlarang atau keburukan. Dalam istilah agama Hasrat disebut sebagai NAFSU.
      Mengendalikan nafsu berarti mengendalikan AMARAH.  Agar kita bisa mengendalikan amarah maka kita harus mengetahui penyebab timbulnya amarah, baru kemudian mengobatinya.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan timbulnya AMARAH:
  • -         Sombong
  • -         Ujub (membanggakan dirinya sendiri)
  • -         Banyak melakukan senda-gurau
  • -         Melakukan perbuatan yang sia-sia (lihat QS. Al_mukmini; 3)
  • -         Melecehkan orang lain
  • -         Menghina
  • -         Berdebat
  • -         Bertengkar
  • -         Berkhianat (lihat QS. Al-Baqarah; 177 dan QS. Al-Mukminun; 8)
  • -         Cinta kepada harta dan kedudukan

          Semua itu merupakan perangai yang buruk dan tercela dalam agama Islam. Seseorang tidak dapat menghindar dari amarah apabila masih ada sifat-sifat tersebut diatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghilangkan sebab-sebab tersebut dengan melakukan hal-hal yang berlawanan dengannya.

Berikut ini beberapa langkah-langkah pengobatan agar terbebas dari penyakit-penyakit hati penyebab AMARAH;
  1. Kesombongan, harus dihilangkan dengan sifat TAWADLU’ (rendah hati)
  2. Ujub, dihilangkan dengan mengenal HAKEKAT DIRINYA YANG HINA.
  3. Suka membanggakan diri, dihilangkan dengan mengingat asal pertama diciptakan (dari air mani). , menyadari bahwa semua manusia berasal dari satu bapak (Nabi Adam alaihissalam)
  4. Senda Gurau, dihilangkan dengan menyibukkan diri dengan banyak beribadah dan melakukan perbuatan yang bermanfaat.
  5. Perbuatan sia-sia,  dihilangkan dengan bersungguh-sungguh dalam mencari keutamaan untuk dirinya sendiri, berakhlak mulia dan menggali ilmu-ilmu agama. Hal ini yang akan membawa seseorang kepada kemuliaan di akhirat.
  6. Suka melecehkan orang lain,  dihilangkan dengan tidak menyakiti orang lain dan menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang membuat dirinya dilicehkan oleh orang lain.
  7. Suka menghina orang lain, dihilangkan dengan menghindari perkataan yang buruk dan jawaban yang tidak menyenangkan (pahit).
  8. Cinta Dunia dan Kedudukan, dihapuskan dengan QONA’AH (merasa puas dengan ketentuan Taqdir Allah SWT) atas nikmat yang telah mencukupi kebutuhannya dengan mengharap kemuliaan dari Allah SWT. atas  dirinya dan terhindar dari kehinaan.
  9. Kebanggaan, kesombongan dan Ujub merupakan sifat yang paling tercela dan pangkal dari segala keburukan. Bila ANDA tidak terbebas darinya, maka tidak dapat menghormati  orang lain.

            Dalam menghilangkan sifat-sifat tercela di atas diperlukan pelatihan diri (riyadhoh) dan kesabaran dalam menghadapi segala rintangan. Riyadhoh yang diperlukan diantaranya adalah dengan mengetahui akibat-akibat buruk dari sifat-sifat tercela tersebut. Setalah itu menerapkan dalam diri anda kebalikan dari sifat-sifat itu, misalnya sombong dilawan dengan tawadhu’, cinta harta dan kedudukan dilawan denngan sifat qona’ah dan lain-lain. Sifat-sifat mulia ini terus diterapkan dalam diri. Memang memerlukan waktu yang cukup lama hingga kamu merasa ringan mengerjakannya karena sifat itu telah menyatu dalam dirinya. Dengan demikian sifat-sifat tercela akan hilang dan ia akan terbebas dari sifat amarah yang negative.
وَاللهُ اَعْلَمُ.

Timbulnya SIFAT  AMARAH pada diri orang BODOH.

          Timbulnya sifat amarah dalam diri orang-orang bodoh adalah karena ia mengira amarah yang dilakukan mencerminkan sifat berani, kesatria, wibawa, menjaga kehormatan, atau sebutan-sebutan lain yang menunjukkan perbuatan terpuji, sehingga ia akan mengagungkan amarahnya dan menganggap itu merupakan tindakan yang benar dan baik.
          Orang yang menamakan kemarahan dengan keberanian dan kemuliaan diri merupakan kebodohan, bahkan penyakit hati yang disebabkan akal yang lemah. Bukti bahwa orang seperti itu akalnya lemah diantaranya adalah orang yang sakit lebih cepat marah daripada orang yang sehat. Wanita lebih cepat marah daripada lelaki.  Anak kecil lebih cepat marah daripada orang dewasa. Orang dewasa lebih cepat marah daripada orang tua renta yang bijaksana. Orang yang berperangai buruk dan tercela lebih cepat marah daripada orang yang berperangai mulia. Orang yang memiliki sifat pelit akan cepat marah apabila tidak mendapat sesuap nasi, bahkan kemarahan itu ditujukan kepada istri, anak dan sahabat-sahabatnya karena dianggap telah mengambil miliknya sesuap nasi.
        Sesungguhnya, orang yang perkasa adalah orang yang mampu menguasai hawa nafsu ketika ia marah, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW.

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصَُرْعَةِ وَإِنُّا الشَّدِيْدُ الَّذى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ
“Orang yang kuat itu bukan diukur denngan keperkasaan fisik melainkan yang mampu mengendalikan hawa nafsunya pada saat marah (Bukhori dan muslim)

         Oleh karena itu, orang yang terpuruk dalam kebodohan (dengan menganggap amarah negative merupakan perbuatan baik) harus diterapi dengan membacakan kisah-kisah orang-orang yang memiliki jiwa kasih saying (halim), pemaaf, dan menahan amarah. Kisah-kisah seperti itu dapat dilihat dari  kisah para nabi, wali-wali Allah, orang-orang bjak (soleh), ulama dan para pemimpin yang taat kepada Allah.

Khot Hadis Bikin semangat untuk kelas XI

  Kelompok 1 putri Artinya: Aku berlindung kepada Allah  dari Tingkahlaku (keadaan) Penghuni Neraka Kelompok 2 putri Artinya: SESUNGUHNYA DO...